Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2015
Apa yang saya rasakan saat ini? Banyak sekali yang sedang saya rasakan dan fikitkan saat ini. Yang sedang saya fikirkan saat ini..... Saya harus bagaimana? Saya harus kemana? Saya harus pilih yang mana? Dan saya harus mempertahankan semuanya atau harus mengorbankan satu hal? Apa saya terlalu bodoh atau terlalu lemah atau mungkin dua duanya? Selalu mengeluh? Manja? Atau terlalu santai dan berleha leha? Bertahan demi mencapai target yang diinginkan namun mengganggu dalam suatu hal? Atau mengorbankan target yang diinginkan demi melancarkan suatu hal? Selalu berfikir untuk mempertahankan, namun jadi berat dalam menjalaninya  dan sekilas seperti terpaksa. Tapi bila di lepaskan begitu saja banyak yang menyayangkan. Banyak sisi positif yang diambil bila di pertahankan tapi banyak juga sisi negatifnya begitupun sebaliknya bila di lepaskan. Aaaaaaaaaaa membingungkan sekali hal ini.

Allah Subhaanahu Wata'aala menerangkan bahwa kesusahan itu tidak terus-menerus di setiap keadaan, akan tetapi hari ini adalah hari kebahagiaan bagimu dan esok adalah hari duka untukmu

Dunia diciptakan di atas kekeruhan dan engkau menginginkannya jernih dari sesuatu yang menyakitkan dan menyedihkan. Dan orang yang menuntut hari-hari bertentangan dengan tabi’atnya bagaikan orang yang mencari perapian di dalam air. Sesungguhnya orang yang tidak mengenal hakekat hidup ini akan dikejutkan dengan berbagai macam keadaan, bagaikan seorang yang disirami air secara tiba-tiba di atas kepalanya, lalu ia menduga bahwa dialah satu-satunya di dunia ini orang yang paling menderita karena derita yang ia alami. Maka tidak jarang kita temukan bahwa sebagian manusia mengambil jalan yang menurutnya cara paling cepat untuk mengatasi problematika hidup yaitu dengan melakukan bunuh diri, hal itu dilakukan karena ia tidak mengetahui bahwa setiap ada kesedihan maka akan ada kebahagiaan, dan tidak ada tawa kecuali akan disusul dengan tangisan. Rumah yang dipenuhi dengan keceriaan pada suatu hari, maka akan datang hari yang lain yang memenuhi rumah itu dengan kedukaan. Sesunggu...