Allah Subhaanahu Wata'aala menerangkan bahwa kesusahan itu tidak terus-menerus di setiap keadaan, akan tetapi hari ini adalah hari kebahagiaan bagimu dan esok adalah hari duka untukmu
Dunia diciptakan di atas kekeruhan dan engkau menginginkannya jernih dari sesuatu yang menyakitkan dan menyedihkan.
Dan orang yang menuntut hari-hari bertentangan dengan tabi’atnya bagaikan orang yang mencari perapian di dalam air.
Dan orang yang menuntut hari-hari bertentangan dengan tabi’atnya bagaikan orang yang mencari perapian di dalam air.
Sesungguhnya orang yang tidak mengenal
hakekat hidup ini akan dikejutkan dengan berbagai macam keadaan,
bagaikan seorang yang disirami air secara tiba-tiba di atas kepalanya,
lalu ia menduga bahwa dialah satu-satunya di dunia ini orang yang paling
menderita karena derita yang ia alami. Maka tidak jarang kita temukan
bahwa sebagian manusia mengambil jalan yang menurutnya cara paling cepat
untuk mengatasi problematika hidup yaitu dengan melakukan bunuh diri,
hal itu dilakukan karena ia tidak mengetahui bahwa setiap ada kesedihan
maka akan ada kebahagiaan, dan tidak ada tawa kecuali akan disusul
dengan tangisan. Rumah yang dipenuhi dengan keceriaan pada suatu hari,
maka akan datang hari yang lain yang memenuhi rumah itu dengan kedukaan.
Sesungguhnya jika ia meneliti kehidupan dunia ini maka ia akan melihat
bahwa tidak sedikit manusia yang ditimpa dengan berbagai macam cobaan
dan ujian kehidupan: baik karena ditinggalkan oleh orang yang paling ia
cintai, atau mengalami sesuatu yang ia tidak sukai. Kebahagiaan di dunia
ini hanyalah mimpi dalam tidur, atau bagaikan bayangan yang pasti akan
hilang. Jika kehidupan dunia ini menjadikan dirinya tertawa sejenak,
maka suatu saat kehidupan dunia akan menjadikannya bersedih, kenikmatan
yang sekejap akan mendatangkan kedukaan yang panjang.
Komentar
Posting Komentar