#Awal pertama dahulu kala (part1)
Hai perkenalkan namaku Hanara panggil saja nara, dan
seorang lelaki yang ku kagumi bernama Mahendra biasa kupanggil rendra, dulu
kami pernah dekat dimulai saat lulus dari sekolah menengah pertama, Aku dan rendra
pernah jalan berdua, untuk pertama kalinya kita makan siang bersama, pergi ke
wahana bermain, sampai pergi mencicipi es durian, canggung rasanya. Aku ingat
sekali saat itu ia baru saja akan diinterview oleh salah satu perusahaan, kami
cukup dekat layaknya orang yang sedang PDKT, sampai-sampai aku pernah diajak
main bersama kaka perempuan dan teman kakanya pergi ke suatu danau yang
letaknya lumayan jauh dari rumahku, akupun pernah menemaninya olahraga bersama
teman-teman smannya yang kenal juga denganku karena kami satu sekolah. Apa yang
kualami, apa yang sedang aku rasakan semua ku ceritakan padanya salah satunya
cerita tentang rencana ku melanjutkan sekolah keluar kota, yang akhirnya
tercapai walau sedikit tak sesuai dengan keinginan yang ku harapkan, rendra selalu
memberikan motivasi yang membuat aku selalu bersemangat.
Saat malam terakhirku dikota kelahiranku yaitu Batam,
tiba-tiba rendra mengabariku kalau dia sudah di depan gang rumahku, aku
terkejut membaca line masuk darinya itu, dengan sangat buru-buru kuhampirinya.
Saat itu dia baru saja pulang dari tempat kerjanya, aku melihat Rendra membawa
sebuah plastik putih berisi kado yang dibungkus cantik untuk diberikan kepadaku
sebagai hadiah perpisahan. Malam itu aku merasa bahagia karena untuk pertama
kalinya aku menerima hadiah dari Rendra, kita mengobrol di luar rumah nenek ku
sambil menikmati seduhan mie rebus yang dibuat oleh saudaraku, sampai-sampai
kita tak merasa bahwa hari sudah sangat malam, lalu rendra pamit pulang. Oh iya
aku belum cerita kalau rumah aku berdekatan dengan rumah nenek, saat itu aku
masih belum berani membawa rendra masuk ke rumah orang tuaku, jadi ku ajak saja
dia kerumah nenek ku. Esoknya aku meninggalkan kota kelahiranku dan pergi ke jakarta
untuk melanjutkan sekolah, aku merasa sedih harus tinggal sendiri dan berpisah jauh
dari kedua orang tua, adik-adik, saudara, sahabat dan juga rendra yang aku
sayang, namun kesedihan itu tak berlangsung lama ketika aku telah mendapatkan
teman baru dan mulai akrab dengan lingkungan baruku di jakarta.
Aku fikir aku dan rendra akan berpisah jika aku pergi
ke Jakarta, tapi ternyata aku dan dia tetap dekat entah itu sebagai apa, sebab
tak ada status diantara kita. Tiap kali aku pulang ke Batam pasti aku dan dia
menyempatkan untuk bertemu walau hanya untuk makan bersama. Aku ingat sekali
saat dia mengajakku untuk bertemu namun dia tidak memberi tahu kemana kita akan
pergi dan dengan siapa, saat itu aku sudah berdandan layaknya orang yang akan
pergi kesuatu tempat yang tidak harus panas-panasan dan berkeringat sampai aku
memakai sepatu yang ada haknya walau tidak terlalu tinggi juga. Aku sebetulnya
kaget dan sedikit bt waktu itu karena ternyata aku diajak naik bukit dan pergi
ke danau buatan dengan memakai kostum yang salah, aku malu dengan teman-temannya
yang menertawakanku. Kadang aku bingung jika temannya menganggapku sebagai
pacar rendra karena sebetulnya kami tidak ada hubungan apa-apa, hanya teman
dekat. Sekilas aku terfikirkan dan bertanya-tanya sendiri pernahkan dia memikirkan ku, seperti aku yang
selalu memikirkan dia, pernahkan dia memikirkan perasaanku, pernahkah dia
menyimpan rasa untuk ku saat itu??? kadang aku takut salah menebak perasaannya,
aku pernah menganggap aku dan dia seperti memiliki hubungan spesial karena
kedekatan kita, namun aku salah itu semua hanyalah anganku saja karena tak
pernah sekalipun dia menceritakan perasaannya, dan entah mengapa tiba-tiba dia
menghilang tak tahu kemana tak pernah ada kabar darinya berbulan-bulan lamanya,
namun ada saja seseorang yang memberikan info kabar tentang dirinya, bercerita bahwa
Rendra dekat dengan wanita ini, Rendra main dengan wanitu itu, Rendra diberi
kejutan ulang tahun oleh wanita lainnya.
Sakit hati? Aku tidak merasa begitu, namun aku merasa
kesal dengan diriku sendiri entah kenapa. Saat itu aku berfikir bahwa aku tak
harus bersedih dan kecewa, karena aku yang salah menanggapi segala perhatian
dan tingkah lakunya kepadaku, namun kadang-kadang aku merasakan rindu yang tak
berarti baginya. Saat Rendra pergi, tiba-tiba aku malah terngiang sesosok
lelaki yang sudah dekat dengan ku dari kelas satu SMA, namun aku tinggalkan
ketika aku mulai dekat dengan rendra. Jahat memang, dengan mudahnya aku
meninggalkan orang yang sudah dekat denganku selama tiga tahun, yang awalnya
sama sekali tak mengenalku, mulai dekat, sampai dia menyukai ku dan menyatakan
perasaannya, namun tiba-tiba aku meninggalkan dia hanya karena seorang yang
kukagumi datang mendekat. Mungkin apa yang dilakukan Rendra kepada ku adalah
balasan dari apa yang aku lakukan kepada Deva. Aku sangat merasa bersalah
kepada Deva, merasa sedih dan menyesal jika mengingat dirinya, andaikan aku
bisa memutar waktu, akan ku ubah cerita yang telah terjadi kepada aku dan Deva,
ya Deva lelaki yang aku tinggalkan dengan sia-sia, ingin rasanya meminta maaf tapi
aku tak berani menghubunginya kembali karena semenjak kejadian itu aku dan Deva
sudah tidak kontekan lagi, putus sudah hubungan baik kita, padahal ingin sekali
untuk terakhir kali aku mengatakan “Maafkan aku ya Deva, aku sangat merasa
bersalah dan menyesal meninggalkan mu”. Namun itu tak mungkin terjadi.
Bersambung…….
Komentar
Posting Komentar