Langsung ke konten utama

Contoh menulis berita

"Mahasiswi IISIP 2011, jadi korban tabrak lari"

Telah terjadi kemacetan parah di jalan Lenteng Agung, pada Senin pagi (17/10/2013). Peristiwa ini disebabkan karena adanya kecelakaan tabrak lari, yang menimpa seorang gadis cantik berambut panjang sebahu bernama Nita. Diketahui korban adalah mahasiswi dari Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta, dengan program studi Jurnalistik  angkatan 2011.

Menurut pengakuan teman korban, peristiwa itu terjadi saat mereka baru saja akan pergi makan bakso di warung sebelah, lalu tiba-tiba ada motor yang melintas dengan kecepatan tinggi sehingga menyerempet tubuh sang korban. Aswin menjelaskan saat itu wajah pengendara tidak terlihat begitu  jelas karena tertutupi oleh helm,  pelaku diketahui memakai jaket kulit warna coklat berlogo Harley-Davidson. ”Karena kejadiannya cepat, saya juga nggak sempat mencatat plat nomor motornya.”tutur aswin

Saat ditemukan, Nia mengenakan jeans biru dan T-shirt warna merah, bertuliskan ”Turunkan SBY! Ganyang Rezim Neoliberal!”, dan posisi sang korban tergeletak di jalan dengan kepala yang tampak memar serta berdarah. Tas dan buku-bukunyapun bertebaran dimana-mana. Tak ada seorangpun polisi yang sedang bertugas di tempat kejadian. Wargapun saling bantu menolong korban untuk di bawa ke RS Kasih Bunda, yang terletak dekat Carrefour Pasar Minggu, menggunakan sebuah taksi Blue Bird.

Dr. Andreas yang menangani mahasiswa IISIP itu mengatakan bahwa korban harus dirawat karena mengalami trauma dan kehilangan darah. Kondisi korban saat ini sudah sadarkan diri tetapi oleh dokter belum diperbolehkan untuk dimintai keterangan perihal kasus tabrak lari yang dialaminya, dikarenakan masih membutuhkan istirahat dan ketenangan. Dokterpun akan melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap korban. ”Kami masih harus memeriksa lebih lanjut, karena mungkin ada komplikasi lain yang belum terpantau,” ujar Andreas 

Nia mahasiswa IISIP program studi Jurnalistik angkatan sebelas, yang menjadi korban tabrak lari itu, baru-baru ini diketahui adalah salah satu anak dari Darwis Silalahi anggota DPR-RI partai PDI Perjuangan. Darwis mengatakan bahwa dirinya terkejut mendengar putri bungsu satu-satunya dari tiga bersaudara itu menjadi korban kecelakan tabrak lari. 

Beberapa waktu lalu petugas dari Polsek Metro Pasar Minggu Komisaris Polisi (Kompol) Martono, SH, datang menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap pelaku kasus tersebut. ”Kami akan menyelidiki siapa pelaku tabrak lari itu,” kata Kompol Martono.

Oleh : Mutiara Amalia

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Speech about Body shaming Name: Mutiara Amalia Assalamu’allaikum wr.wb Good evening, how are you guys?... I hope you’re still excited in this evening. Btw I want to ask you when you meet your old friend, what you want a ask?... Ya ofcourse, we’re always ask about conditions, ask about felling, right? but some people choose to make small talk about things that are actually sensitive, like a “ why you so fat now? How come you're so skinny?” but There sentence is already included in body shaming, and do you know guys? body shaming has included bullying type verbal. Now I want to tell you about body shaming because, body shaming is one of the biggest problems in today’s generation. For the first, Body shaming is the practice of making critical, comments about a person's body size, weight, skin, face, or about Physical abnormalities either by incidents or genetics. Body shaming has become a problem for both sexes. Body shaming can be anywhere like a in the school, soci...

Tak Seindah Pelangi

#Awal pertama dahulu kala (part1) Hai perkenalkan namaku Hanara panggil saja nara, dan seorang lelaki yang ku kagumi bernama Mahendra biasa kupanggil rendra, dulu kami pernah dekat dimulai saat lulus dari sekolah menengah pertama, Aku dan rendra pernah jalan berdua, untuk pertama kalinya kita makan siang bersama, pergi ke wahana bermain, sampai pergi mencicipi es durian, canggung rasanya. Aku ingat sekali saat itu ia baru saja akan diinterview oleh salah satu perusahaan, kami cukup dekat layaknya orang yang sedang PDKT, sampai-sampai aku pernah diajak main bersama kaka perempuan dan teman kakanya pergi ke suatu danau yang letaknya lumayan jauh dari rumahku, akupun pernah menemaninya olahraga bersama teman-teman smannya yang kenal juga denganku karena kami satu sekolah. Apa yang kualami, apa yang sedang aku rasakan semua ku ceritakan padanya salah satunya cerita tentang rencana ku melanjutkan sekolah keluar kota, yang akhirnya tercapai walau sedikit tak sesuai dengan keinginan yang...
Apa yang saya rasakan saat ini? Banyak sekali yang sedang saya rasakan dan fikitkan saat ini. Yang sedang saya fikirkan saat ini..... Saya harus bagaimana? Saya harus kemana? Saya harus pilih yang mana? Dan saya harus mempertahankan semuanya atau harus mengorbankan satu hal? Apa saya terlalu bodoh atau terlalu lemah atau mungkin dua duanya? Selalu mengeluh? Manja? Atau terlalu santai dan berleha leha? Bertahan demi mencapai target yang diinginkan namun mengganggu dalam suatu hal? Atau mengorbankan target yang diinginkan demi melancarkan suatu hal? Selalu berfikir untuk mempertahankan, namun jadi berat dalam menjalaninya  dan sekilas seperti terpaksa. Tapi bila di lepaskan begitu saja banyak yang menyayangkan. Banyak sisi positif yang diambil bila di pertahankan tapi banyak juga sisi negatifnya begitupun sebaliknya bila di lepaskan. Aaaaaaaaaaa membingungkan sekali hal ini.