Langsung ke konten utama

HIV? Jauhi Penderitanya atau Penyakitnya?


Berkembangnya teknologi penyebaran informasi di Zaman Modern ini, memudahkan masyarakat dalam mendapatkan suatu informasi, baik itu seputar hiburan, edukasi, hingga tentang kesehatan. Tak menutup kemungkinan, dengan mudahnya penyebaran informasi, seharusnya bisa membuat masyarakat memiliki lebih banyak pengetahuan, khususnya informasi seputar kesehatan. 

Selama ini dibenak masyarakat telah melekat bahwa penderita HIV adalah orang yang harus dijauhi, padahal jika masyarakat tahu bagaimana proses penularan virus HIV, maka mereka tak perlu takut untuk berteman dengan orang yang terkena virus HIV di dalam tubuhnya. Human Immunodeficiency Virus atau biasa kita kenal HIV adalah virus yang penularannya disebabkan oleh rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi HIV. 

Salah satu Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (Unisba), Yhuktiana Karisma menjelaskan bahwa HIV adalah penyakit yang butuh waktu lama agar bisa sampai muncul Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS). Faktor yang menyebabkan manusia terjangkit virus ini adalah kebiasaan dan pergaulan yang kurang baik. Orang yang lebih rentan terkena penyakit ini biasannya kelompok Pengguna Narkoba Suntik. Tidak hanya kelompok penasus, orang yang sering melakukan hubungan seksual dengan berbeda-beda pasangan akan tertular. Tingkat kebocoran kondom saat ini sangat tinggi, sedangkan ukuran virus HIV lebih kecil dari diameter kondom. Lebih mengherankannya lagi, kini penderita HIV sudah masuk pada kalangan Ibu rumah tangga dan anak-anak.

HIV tidak selalu dikonotasikan akibat dari seks bebas, hal yang dapat menularkan virus ini, bisa saja dari orang yang tak diduga. Misalnya seorang dokter yang hendak menolong pasien, jika tidak menggunakan pelindung baik sarung tangan dan alat lainnya, lalu dokter tak sengaja tertusuk jarum suntik yang terciprat darah pasien HIV,  maka akan tertular. Penyebab lain yang bisa tertular yaitu, ketika mencukur rambut atau jenggot menggunakan alat sharver yang terdapat darah pengidap HIV dan tidak dibersihkan saat digunakan orang lain, maka akan tertular. Penggunaan sikat gigi bersamapun  akan tertular. 

Yukti, Dosen Kedokteran itupun memaparkan, sebetulnya HIV tidak dapat dikenali dengan melihat penampilan fisik, hanya bisa diketahui lewat pemeriksaan darah di VCT dengan menggunakan regrentia atau bahan khusus deteksi adanya virus. Jadi masyarakat tak perlu takut untuk berjabat tangan, berpelukan atau mengobrol dan mencium tangan penderita HIV, karena tidak membuat orang tertular virus HIV. Virus ini hanya akan menular bila terjadi kontak seksual atau pertukaran cairan tubuh penderitanya, seperti cairan sperma, cairan vagina, ASI, dan darah penderitanya.

Dilansir dari Kitasetara.org, Virus HIV sebetulnya tidak mematikan, yang mematikan adalah ketika system imun tubuh kita sangat rendah, maka virus akan mudah masuk dan bertumbuh kembang. Hingga kini, belum dapat ditemukan pengobatan yang dapat mengobati virus HIV. Namun, telah ditemukan pengobatan yang dapat memperlambat penyebaran virus HIV, yaitu dengan mengkonsumsi obat antiretroviral. Pengobatan ini juga dapat memperpanjang hidup penderita sehingga penderita dapat memiliki hidup yang normal. 

Diakhir perbincangan, Yuktiana Kharisma menjelaskan, untuk mencegah semakin luasnya penyebaran virus HIV baik itu dikalangan pelajar dan mahasiswa yang harus dilakukan yaitu pertama hindari seks bebas, kemudian bergaulah dengan hal-hal yang baik, jangan tergoda oleh narkoba, karena salah satu jalur awal terkena HIV, dan yang paling penting perkuat iman. 

Oleh : Mutiara Amalia

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Speech about Body shaming Name: Mutiara Amalia Assalamu’allaikum wr.wb Good evening, how are you guys?... I hope you’re still excited in this evening. Btw I want to ask you when you meet your old friend, what you want a ask?... Ya ofcourse, we’re always ask about conditions, ask about felling, right? but some people choose to make small talk about things that are actually sensitive, like a “ why you so fat now? How come you're so skinny?” but There sentence is already included in body shaming, and do you know guys? body shaming has included bullying type verbal. Now I want to tell you about body shaming because, body shaming is one of the biggest problems in today’s generation. For the first, Body shaming is the practice of making critical, comments about a person's body size, weight, skin, face, or about Physical abnormalities either by incidents or genetics. Body shaming has become a problem for both sexes. Body shaming can be anywhere like a in the school, soci...

Tak Seindah Pelangi

#Awal pertama dahulu kala (part1) Hai perkenalkan namaku Hanara panggil saja nara, dan seorang lelaki yang ku kagumi bernama Mahendra biasa kupanggil rendra, dulu kami pernah dekat dimulai saat lulus dari sekolah menengah pertama, Aku dan rendra pernah jalan berdua, untuk pertama kalinya kita makan siang bersama, pergi ke wahana bermain, sampai pergi mencicipi es durian, canggung rasanya. Aku ingat sekali saat itu ia baru saja akan diinterview oleh salah satu perusahaan, kami cukup dekat layaknya orang yang sedang PDKT, sampai-sampai aku pernah diajak main bersama kaka perempuan dan teman kakanya pergi ke suatu danau yang letaknya lumayan jauh dari rumahku, akupun pernah menemaninya olahraga bersama teman-teman smannya yang kenal juga denganku karena kami satu sekolah. Apa yang kualami, apa yang sedang aku rasakan semua ku ceritakan padanya salah satunya cerita tentang rencana ku melanjutkan sekolah keluar kota, yang akhirnya tercapai walau sedikit tak sesuai dengan keinginan yang...
Apa yang saya rasakan saat ini? Banyak sekali yang sedang saya rasakan dan fikitkan saat ini. Yang sedang saya fikirkan saat ini..... Saya harus bagaimana? Saya harus kemana? Saya harus pilih yang mana? Dan saya harus mempertahankan semuanya atau harus mengorbankan satu hal? Apa saya terlalu bodoh atau terlalu lemah atau mungkin dua duanya? Selalu mengeluh? Manja? Atau terlalu santai dan berleha leha? Bertahan demi mencapai target yang diinginkan namun mengganggu dalam suatu hal? Atau mengorbankan target yang diinginkan demi melancarkan suatu hal? Selalu berfikir untuk mempertahankan, namun jadi berat dalam menjalaninya  dan sekilas seperti terpaksa. Tapi bila di lepaskan begitu saja banyak yang menyayangkan. Banyak sisi positif yang diambil bila di pertahankan tapi banyak juga sisi negatifnya begitupun sebaliknya bila di lepaskan. Aaaaaaaaaaa membingungkan sekali hal ini.