Langsung ke konten utama

Pengalaman berpuasa ditanah rantau


Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementrian Agama telah melakukan sidang Isbat, Selasa (15/5) yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin di Kementerian Agama Jakarta. Sidang tersebut menetapkan awal bulan Ramadhan 1439 H jatuh pada Kamis 17 Mei 2018, itu artinya umat Islam di Indonesia sudah bisa memulai puasa satu bulan penuh. Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan sangat ditunggu oleh masyarakat khususnya umat Islam karena banyak amalan yang dilipat gandakan oleh Allah SWT, kemulian puasa di bulan ramadhan disebutkan dalam Al-quran surat Al-baqoroh ayat 183.

Di balik kemuliaan dan euphoria masyarakat menyambut datangnya bulan Ramadhan, terdapat kesedihan yang dirasakan oleh anak kosan yang hidup jauh dari Orang tua. Menjalani puasa di tanah rantau bukanlah perkara yang mudah, karena harus menyiapkan keperluan puasa sendiri, apalagi bagi orang yang baru merasakan puasa di Kampung orang. 

Bayang-bayang berada dirumah, kumpul bersama keluarga akan menghantui pikiran yang menumbuhkan rasa rindu, sebab salah satu kenikmatan yang ingin dirasakan oleh anak rantau baik mahasiswa dan karyawan adalah bisa saur dan berbuka puasa pertama di rumah. Sayangnya, keinginan itu tak bisa dipenuhi lantaran kewajiban kerja dan belajar. Akhirnya, para perantau harus menjalani puasa di kos dengan segala keterbatasannya. Beberapa hal di bawah ini pasti pernah dialami oleh anak rantau selama bulan Ramadhan.

1. Tidak merasakan sahur dan bukapuasa pertama bersama orangtua
Hal yang dirasa menyedihkan yaitu tidak bisa kumpul bersama keluarga saat pertama puasa, agar tidak merasa sendiri anak kosan biasanya mengadakan buka bersama teman yang juga anak rantau.

2. Rindu masakan mamah
Hal ini tak hanya dirasakan saat bulan puasa saja, pada bulan-bulan biasapun merasakan yang namanya rindu masakan mamah. Menunggu kiriman paket yang berisi makanan yang tinggal dipanaskan kembali dari orangtua adalah hal yang paling ditunggu jika rindu dengan masakan mamah.

3. Melewatkan sahur
Tidak ada yang membangunkan saat sahur, dan hidup sendiri jauh dari orangtua  menjadi penyebab anak kosan melewatkan yang namanya sahur. Tak seperti dirumah yang dibangunkan oleh mamah atau papah. Anak kosan biasanya menangani masalah ini dengan makan di tengah malam atau sebelum tidur, sehingga subuhnya tak harus takut untuk tidak sahur dan merasakan kelaparan pada siang harinya.

4. Mencari makanan sahur sendiri
Hal yang menyebalkan saat bulan puasa dikosan yaitu harus mencari warung nasi yang buka saat sahur, hal ini yang membuat anak rantau malas untuk sahur. Biasanya untuk mengatasi permasalahan ini, dengan menyediakan cemilan ringan maupun makanan berat pada sore hari atau malam harinya sehingga tak harus mencari keluar terlebih dulu untuk sahur.

5. Bingung menentukan menu sahur
Hal yang membuat kebingungan sendiri setiap kali akan sahur yaitu, selain menu warung nasi yang hanya itu-itu saja, keterbatasan anak kosan yang tidak punya alat masak, ditambah rasa malas menjadi faktor utama. Akhirnya jika tidak sahur dengan menu warteg yang sama, memasak mie instan menjadi pilihan saat sahur.

6. Mencari takjil dan buka puasa gratis
Segala hal dilakukan untuk mengirit pengeluaran, salah satunya dengan mencari bukaan puasa yang gratis dengan mengikuti acara kampus yang ujungnya mendapat makanan gratis ataupun berbuka di masjid yang menyediakan takjil dan bukaan tanpa membayar.

Bagi kamu anak kosan apakah pernah merasakan seperti ini juga?... Jangan merasa sedih jika melaksanakan puasa sendirian. Nikmati momen-momennya dan syukuri segala keadaan baik itu suka maupun duka, karena bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan hanya datang satu tahun sekali, jadi jangan sia-siakan waktu Ramadhan ini.


Oleh : Mutiara Amalia

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Speech about Body shaming Name: Mutiara Amalia Assalamu’allaikum wr.wb Good evening, how are you guys?... I hope you’re still excited in this evening. Btw I want to ask you when you meet your old friend, what you want a ask?... Ya ofcourse, we’re always ask about conditions, ask about felling, right? but some people choose to make small talk about things that are actually sensitive, like a “ why you so fat now? How come you're so skinny?” but There sentence is already included in body shaming, and do you know guys? body shaming has included bullying type verbal. Now I want to tell you about body shaming because, body shaming is one of the biggest problems in today’s generation. For the first, Body shaming is the practice of making critical, comments about a person's body size, weight, skin, face, or about Physical abnormalities either by incidents or genetics. Body shaming has become a problem for both sexes. Body shaming can be anywhere like a in the school, soci...

Tak Seindah Pelangi

#Awal pertama dahulu kala (part1) Hai perkenalkan namaku Hanara panggil saja nara, dan seorang lelaki yang ku kagumi bernama Mahendra biasa kupanggil rendra, dulu kami pernah dekat dimulai saat lulus dari sekolah menengah pertama, Aku dan rendra pernah jalan berdua, untuk pertama kalinya kita makan siang bersama, pergi ke wahana bermain, sampai pergi mencicipi es durian, canggung rasanya. Aku ingat sekali saat itu ia baru saja akan diinterview oleh salah satu perusahaan, kami cukup dekat layaknya orang yang sedang PDKT, sampai-sampai aku pernah diajak main bersama kaka perempuan dan teman kakanya pergi ke suatu danau yang letaknya lumayan jauh dari rumahku, akupun pernah menemaninya olahraga bersama teman-teman smannya yang kenal juga denganku karena kami satu sekolah. Apa yang kualami, apa yang sedang aku rasakan semua ku ceritakan padanya salah satunya cerita tentang rencana ku melanjutkan sekolah keluar kota, yang akhirnya tercapai walau sedikit tak sesuai dengan keinginan yang...
Apa yang saya rasakan saat ini? Banyak sekali yang sedang saya rasakan dan fikitkan saat ini. Yang sedang saya fikirkan saat ini..... Saya harus bagaimana? Saya harus kemana? Saya harus pilih yang mana? Dan saya harus mempertahankan semuanya atau harus mengorbankan satu hal? Apa saya terlalu bodoh atau terlalu lemah atau mungkin dua duanya? Selalu mengeluh? Manja? Atau terlalu santai dan berleha leha? Bertahan demi mencapai target yang diinginkan namun mengganggu dalam suatu hal? Atau mengorbankan target yang diinginkan demi melancarkan suatu hal? Selalu berfikir untuk mempertahankan, namun jadi berat dalam menjalaninya  dan sekilas seperti terpaksa. Tapi bila di lepaskan begitu saja banyak yang menyayangkan. Banyak sisi positif yang diambil bila di pertahankan tapi banyak juga sisi negatifnya begitupun sebaliknya bila di lepaskan. Aaaaaaaaaaa membingungkan sekali hal ini.