“Kecantikan yang abadi terletak pada keelokan adab dan ketinggian ilmu seseorang. Bukan terletak pada wajah dan pakaiannya.” Buya Hamka.
Seperti Avinindita Nura Lestari, gadis berparas ayu kelahiran Bandung ini telah menyabet predikat mahasiswa berprestasi Universitas Islam Bandung. Mahasiswa semester enam Fakultas Kedokteran ini terpilih menjadi mahasiswa berprestasi tingkat wilayah IV Jabar-Banten 2018. Indeks prestasi kumulatif yang ia miliki, membawanya ikut serta untuk mewakili Unisba dalam pemilihan Mahasiswa berprestasi tingkat Nasional, yang digelar oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi pada Juli 2018.
Kesibukan yang dimiliki oleh mahasiswa Kedokteran, tak menghalangi Avinindita untuk berprestasi di kampus biru. Pemilik IPK 3,97 ini dapat berbangga hati dengan prestasi akademiknya, bahkan pencapaiannya melebihi mahasiswa yang tidak mengikuti organisasi. Tidak hanya berprestasi dalam bidang akademik, wanita yang memiliki hobi membaca ini memiliki prestasi non akademik. Salah satunya menjadi pengurus nasional organisasi bernama CIMSA (Centre for Indonesian Medical Students’ Activities) dengan jabatan sebagai Petugas Penghubung ke Organisasi Pemerintah. Ditapun memberikan pelatihan keterampilan organisasi, khususnya bagi CIMSA Universitas Islam Bandung. Tak hanya itu, ia juga aktif di BEM FK Unisba sebagai anggota Departemen Pendidikan dan Profesi.
Menjadi anak yang berprestasi dan gemar mengikuti kegiatan, ternyata dimulai sejak ia masih kecil. Anak bungsu dari dua bersaudara ini sering mengikuti lomba, itu sudah menjadi tradisi sejak di bangku SD hingga saat ini. Contohnya terpilih menjadi tim debat kasus tentang ‘Tidak bermoralnya jika orang tua berbohong kepada anak-anak’, untuk mewakili sekolahnya Taruna Bakti-TKC di Seremban Malaysia pada tahun 2012. Selain itu juga mengikuti Olimpiade Fisiologi Medis Indonesia, di Universitas Airlangga tahun 2017, dan yang baru-baru ini diikuti yaitu kejuaraan debat Universitas di Unisba tahun 2018. Menjadi pembicara seminar dan talkshow di acara Interstellar 2016 Entrepreneurship sebagai Owner of Masakan Madre Healthy Catering pun pernah ia rasakan.
Dita, selain menjadi Mapres ia pun berbakat dalam bidang seni. Wanita yang bercita-cita menjadi Dokter ahli spesialis jantung/syaraf ini, menceritakan bahwa tak ada alasan pasti mengapa dirinya menyukai seni, tapi ia menemukan bahwa salah satu cara menyalurkan emosinya lewat seni. Dita aktif menulis puisi sejak kelas satu SD dan mengenal seni rupa saat SMP. “Waktu SMP pernah diperkenalkan karya seni rupa dari zaman Renaissance hingga modern, beberapa karya favorit saya Henri Matisse dan Amedeo Mondagliani,” ujar dita dengan antusias.
Pencapaiannya dalam bidang seni salah satunya, pernah diajak bekerja sama dengan perusahaann Mossery Malaysia sebagai desainer sampul buku catatan, tahun 2014. Selain itu, wanita kelahiran 97 ini bekerja dengan teman-temannya di SBM ITB dalam sebuah bisnis notebook bernama Kutulis Kata, dan ia sebagai kontributor ilustrasi. “Kiranya dua bulan lalu kami baru mengeluarkan desain baru,” katanya sambil memperlihatkan desain terbarunya
Dita harus pintar membagi waktu, untuk mengimbangi antara akademis dengan kegiatan organisasi yang dijalani, yang biasa ia lakukan pertama kali yaitu harus mengetahui prioritasnya terlebih dahulu, lalu menyusun jadwal sendiri dan jangan pernah jadi orang yang baru menyelesaikan tugasnya mendekati tenggat waktu. Membuat perencanaan, semacam jurnal yang dibuat sendiripun dilakukannya. “Agar lebih fun aku buat sendiri, boleh kok di google namanya bullet journal/bujo,”ujarnya sambil tersenyum
Bersyukur dan tak lupa untuk olahraga adalah caranya untuk mengatasi malas, dengan berolahraga dan berkeringat dapat membuat kadar endorfin dalam tubuh naik, sehingga meningkatkan rasa bahagia. Biasanya ia mendengarkan murottal qur’an, musik jazz atau klasik saat belajar, agar selalu termotivasi dan relax. “Aku paling suka murottal yang dibawakan Sheikh Mishary Alafasy, untuk musik klasik, favorit aku adalah Gymnopedie karya Erik Satie, dan untuk jazz aku menikmati Ella Fitzgerald dan Miles Davis,” ujar dita
Oleh : Mutiara Amalia
Contoh tulisan feature
BalasHapus